Write or not to write

My head was full of ideas lately. I don’t where it comes, but it’s blooming inside my mind for a whole week. I’d like to write all books I had read. Some time later, my fingers are itchy to write down my joyful experiences.

But when I’m looking at my to do list, I always shouted “why????” to how many things I have to do.

So, it’s all about myself to decide, to write or not.

Kudos for myself. 💪

Contextual learning

Kemarin malam, saya baru saja merampungkan tulisan saya tentang topik yang agak berat tentang analisa statistik suatu berita. Pakai markdown pula. Fyuh…

Saya bersyukur tulisan itu selesai dalam 4 jam, karena saya harus cross-check kesana kemari tentang analisa yang saya buat. Haha

Tepat setelah saya selesaikan tulisan itu, tiba-tiba saya sadar, kalau ternyata saya banyak sekali belajar dari contoh nyata. Bahasa ilmiahnya, contextual learning.

Lanjutkan membaca “Contextual learning”

Segelas cokelat dan tugas akhir

Hari ini, saya mulai lagi aktivitas yang sudah saya ceritakan panjang lebar di sini dan sini. Sebenernya rasa males itu masih ada sih, tapi kalau tidak dilawan, sepertinya juga nggak bakala mulai-mulai.

Karena permulaan itu yang paling susah.

Jadi saya paksakan saja buka terminal, login ke komputer server dan mulai ngoding dikit-dikit. Saya mulai dari mengingat catatan tugas akhir kemarin dan menjelajahi history apa saja yang ada di server saya.

Untungnya kemarin waktu belanja makanan saya nemu cokelat bubuk. Cukup murah juga, 2000 rupiah per sachetnya. Akhirnya saya seduh juga itu cokelat, itung-itung nemani di tengah dinginnya lab jaringan.

IMG_20170405_213823.jpg
Segelas cokelat dan sedikit bocoran tugas akhir saya

Dan ternyata enak juga tuh. Meski cokelat generik (saya tau ini cokelat “oplosan”, alias cuma sekian persen aja yang dari cokelat. Lainnya gula. Haha) tapi jempol juga buat diminum pengganti kopi. 👍

Asyiknya, kemarin saya beli agak banyak. Jadi stok minuman saya bakal aman untuk beberapa hari. Kayaknya sih, cokelat serbuk ini bakalan cepet habis di tokonya.

Mau?

Two books, in two days

I have posted on previous post how do I feel recently –about how I’ve been at my top-bored-point for the last few days. I told ya that I’ve been desperately bored till I have no any longer intention to working on it at all. But since I am an active person –means that I have to do something to keep me alive– I have to working on something else.

At the end of that post, I gave a hint what would I do. Yes, reading some books.

I remembered, “When is the last time I finished books I have bought?” question and it was haunting me. I’m not sure, but somehow it’s been a long time for me to finishing a book in less than a week. One of book I have finished in two days was a novel Pulang (Going Home) by popular Indonesian writer, Tere Liye. But the most noticed book came to my mind was Inferno by Dan Brown. I love that cut-and-move chapter trait of Dan Brown.

Lanjutkan membaca “Two books, in two days”

Titik jenuh

 

Kemarin, iseng-iseng saya ngetwit ini.

Saya teringat sebuah teori di kelas ekonomi sewaktu saya SMA dulu yang rasanya cocok sekali dengan kondisi saya saat ini. Yah, meski saya dulu sering tidur-tiduran waktu diajar ekonomi di kelas satu SMA (hingga pernah diusir keluar, serius!), namun ada beberapa poin yang menurut saya menarik di pelajaran itu.

Namanya penggunaan marginal, atau marginal utility.

Lanjutkan membaca “Titik jenuh”