Titik jenuh

 

Kemarin, iseng-iseng saya ngetwit ini.

Saya teringat sebuah teori di kelas ekonomi sewaktu saya SMA dulu yang rasanya cocok sekali dengan kondisi saya saat ini. Yah, meski saya dulu sering tidur-tiduran waktu diajar ekonomi di kelas satu SMA (hingga pernah diusir keluar, serius!), namun ada beberapa poin yang menurut saya menarik di pelajaran itu.

Namanya penggunaan marginal, atau marginal utility.

Lanjutkan membaca “Titik jenuh”

Teman yang “secukupnya”

Sudah sadar kalau sosial media bikin stress?

Belakangan saya sedang menurunkan tingkat “stress” gara-gara teman di media sosial saya dengan berbagai cara. Mulai dari mengurangi untuk buka facebook, mengeblok topik-topik tertentu sampai lebih banyak berkegiatan di dunia nyata daripada sebelumnya.

Salah satu yang paling menyebalkan adalah akun facebook yang dipenuhi debat kusir tak berkesudahan. Banyak orang tiba-tiba paham betul tentang “topik itu” dan akhirnya membuat analisa yang kadang tak masuk diakal.

Lanjutkan membaca “Teman yang “secukupnya””

Hal yang baru

Beberapa waktu lalu, seorang teman saya mendekat sambil menanyakan sesuatu yang saya sendiri nggak kepikiran, “Eh, blog kamu kok kosong? Baru dihapus ya kontennya?”. Saya sendiri kaget. Barangkali waktu itu dia kepo lihat profil twitter saya, dan nge-klik URL yang ada disana.

Waktu itu saya cuma jawab sekenanya, “ya pengen aja” sambil nyengir pergi. Sebenarnya ada alasan-alasan filosofis dibaliknya. Iya, filosofis, karena emang berat alasannya. Haha

Lanjutkan membaca “Hal yang baru”